Penelitian | 16 April, 2026

Kopi Indonesia di Jepang Jadi Fokus Riset Internasional Dosen Universitas Bakrie

Jakarta, 16 April 2026 – Universitas Bakrie memperkuat langkah globalnya melalui riset internasional yang dilakukan dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Ruth Putryani Saragih, S.I.Kom., M.Si., di Jepang pada Maret 2026. Melalui penelitian bertopik Negosiasi Identitas Budaya Indonesia melalui Kopi di Jepang, Ruth mengkaji bagaimana kopi Indonesia hadir bukan hanya sebagai produk, tetapi juga sebagai medium komunikasi budaya di ruang global.

Topik ini relevan dengan penguatan perspektif global dalam bidang Ilmu Komunikasi, khususnya pada kajian media dan budaya. Penelitian ini melihat bagaimana identitas Indonesia dibangun, dinegosiasikan, dan dipahami dalam konteks lintas budaya, termasuk ketika kopi Indonesia masuk ke ruang bisnis dan konsumsi di Jepang.

Riset tersebut merupakan bagian dari skema kolaborasi bersama Universitas Bunda Mulia dalam ranah Digital Media dan Marketing Communication. Kolaborasi ini mempertemukan perspektif akademik dan praktik komunikasi yang sama-sama penting dalam membaca dinamika budaya dan pasar di level internasional.

Dalam proses pengumpulan data, penelitian ini melibatkan informan kunci dari kalangan pelaku bisnis coffee shop Indonesia yang beroperasi di Jepang, serta Atase Perdagangan KBRI di Tokyo. Keterlibatan para informan tersebut memberikan perspektif langsung mengenai bagaimana kopi Indonesia dikomunikasikan, diposisikan, dan diterima di pasar Jepang.

“Kopi bukan hanya komoditas. Ada cerita, identitas, dan representasi Indonesia yang ikut bergerak di dalamnya. Melalui penelitian ini, saya ingin melihat bagaimana identitas budaya Indonesia dinegosiasikan ketika kopi Indonesia hadir di Jepang, baik di ruang bisnis maupun di ruang sosial” ujar Ruth Putryani Saragih.

Menurut Ruth, penelitian ini juga penting karena membuka pembacaan yang lebih luas tentang hubungan antara budaya, media, dan strategi komunikasi pemasaran. “Riset ini relevan bagi Ilmu Komunikasi karena memperlihatkan bahwa representasi budaya tidak berdiri sendiri, tetapi dibentuk melalui narasi, pengalaman, dan komunikasi yang diterima publik. Di titik itu, Digital Media dan Marketing Communication menjadi sangat penting” lanjutnya.

Bagi Universitas Bakrie, riset internasional ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mendorong Prodi Ilmu Komunikasi semakin global. Selain memperluas jejaring akademik, penelitian lintas negara seperti ini juga diharapkan memperkaya proses pembelajaran, memperkuat kualitas riset dosen, dan membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas di masa mendatang.

Melalui inisiatif ini, Universitas Bakrie menegaskan pentingnya riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan perkembangan industri, budaya, dan komunikasi global.

«Back to News