Jakarta, 13 Juni 2026. Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie menyelenggarakan Guest Lecture Psikologi Komunikasi bertema “The Power of Scent: Memahami Pengaruh Stimulus Aroma & Komunikasi Massa pada Perilaku Manusia” pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Auditorium 42, Bakrie Tower. Kegiatan ini menghadirkan Dewanti Subijantoro, Corporate Holding Representative Rumah Atsiri Indonesia, sebagai narasumber.
Guest lecture ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana stimulus aroma dapat memengaruhi emosi, persepsi, memori, hingga perilaku audiens. Topik tersebut relevan dengan perkembangan komunikasi modern, terutama ketika brand tidak lagi hanya berkomunikasi melalui pesan visual dan verbal, tetapi juga melalui pengalaman sensorik.
Dianingtyas Murtanti Putri, S.Sos., M.Si., dosen pengampu mata kuliah Psikologi Komunikasi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa dapat melihat penerapan teori psikologi komunikasi dalam konteks industri.
“Psikologi komunikasi tidak berhenti pada bagaimana pesan disampaikan, tetapi juga bagaimana manusia merespons stimulus di sekitarnya. Aroma adalah salah satu stimulus yang sering tidak disadari, tetapi dapat membentuk suasana hati, persepsi, bahkan keputusan seseorang. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diajak melihat hubungan teori dan praktik secara lebih konkret,” ujar Dianingtyas.
Dalam pemaparannya, Dewanti menjelaskan bahwa aroma memiliki peran penting dalam membangun pengalaman dan identitas sebuah brand. Rumah Atsiri Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana aroma dapat dikembangkan bukan hanya sebagai produk, tetapi juga sebagai bagian dari narasi budaya, wellness, dan strategi komunikasi merek.
“Aroma memiliki kedekatan yang kuat dengan emosi dan memori. Dalam konteks brand, aroma dapat membantu menciptakan pengalaman yang lebih utuh, karena audiens tidak hanya melihat atau mendengar pesan, tetapi juga merasakannya melalui indra penciuman,” ujar Dewanti.
Materi guest lecture juga membahas bagaimana aroma telah lama menjadi bagian dari budaya Indonesia, mulai dari ritual, upacara, hingga kuliner. Dalam konteks industri kreatif, kekayaan tersebut dapat diolah menjadi pendekatan komunikasi yang lebih khas, terutama dalam pengembangan brand identity berbasis pengalaman.
Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep scent marketing, yaitu penggunaan aroma untuk memperkuat persepsi dan pengalaman audiens terhadap sebuah brand. Pendekatan ini dapat digunakan di berbagai sektor, seperti hospitality, retail, pusat perbelanjaan, transportasi, hingga ruang publik.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Octavinianti Aspary, S.I.K., M.Si., dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie. Diskusi berlangsung interaktif dengan mengaitkan materi psikologi komunikasi, perilaku konsumen, pengalaman brand, dan strategi komunikasi digital.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga memperoleh perspektif langsung dari praktisi yang bekerja dengan isu komunikasi, branding, dan pengalaman konsumen.